Tanpa kita sadari kita menjalani kehidupan ini tidak lepas dari keterkaitan kita dengan manusia lain. Itulah hal yang menjadi dasar dari sebutan manusia sebagai makhluk sosIal. Posisi kita dalam suatu lingkungan masyarakat akan memberikan label tersendiri terhadap nama dan drajat kita di kehidupan ini.
Banyak sekali hal2 yang menjadi pertimbangan dari penerimaan lingkungan terhadap diri kita. Dari mulai iman, harta, pendidikan, dan bobot bebet. Hal terkecil yang menjadi faktor pendukung di dalam peleburan diri kita terhadap suatu lingkungan masyarakat adalah cara kita berbicara....
Sesuai dengan arti dasarnya, bahasa merupakan alat pemersatu. Penggunaan bahasa dalam kegiatan peleburan sosial sangat berpengaruh kepada label nama yg kita sanding. untuk lebih khususnya adalah penggunaan panggilan dalam peleburan lingkungan sosial. Sering kita dapati seseorang melakukan percakapan menggunakan sebutan diri atau lawan bicaranya berbeda-beda. Sebagai contoh, seseorang menggunakan saya-kamu, saya-anda, aku-kamu, lo-gue, dan nama sebagai lambang dari penyebutan diri dan lawan bicaranya.
Di Indonesia, Penyebutan ini banyak sekali terpengaruh atau melebur dengan bahasa daerah. Hal ini merupakan suatu wujud dari keanekaragaman di Indonesia. Penyebutan diri mempunyai peran tersendiri terhadap suatu proses pembicaraan. Kata "saya" sering digunakan dalam hal-hal yang bersifat formal. sebagai contoh, penyebutan diri ini di tempatkan dalam sebuah percakapan antara murid dan gurunya, antara pegawai dan bos, dan dalam suatu kegiatan formal. Namun tidak jarang juga terbawa ke percakapan sehari-hari. Dan dengan penggunaan ini, seseorang mempunyai label nama sebagai orang yg formal dan serius.
Penggunaan kata "aku" dalam sebuah percakapan mempunyai arti kegiatan tersebut informal. kata "aku" ini biasanya digunakan oleh orang2 jawa. Untuk sebagian kaum hawa, kata "aku" memiliki kesan imut dan lucu yang tersirat. Kata "aku" juga mempunyai penegasan hubungan pembicara sudah saling kenal. seseorang yang menggunakan kata "aku" mempunyai label nama yang rendah hati dan periang.
Penggunaan kata "Lo" dalam suatu pembicaraan merupakan penyebutan diri yang banyak ditemui dalam sebuah percakapan. kata "Lo" sendiri berasal dari bahasa daerah betawi. Keberadaan Jakarta sebagai ibukota negara dan metropolitan telah membawa kata "Lo" sebagai penyebutan diri yang banyak. Seseorang yang menggunakan kata "Lo" dalam sebuah percakapan mempunyai label nama belagu, bergaul, PD abis, dan optimis. Namun tidak jarang juga penggunaan kata "Lo" dalam hubungan sosial dalam suatu daerah kurang diterima. Sebagai contoh, di Cirebon, penggunaan "Lo" pada saat kita berkumpul dengan teman2 sedaerah dinilai kurang layak.
Penggunaan kata "nama" Dalam suatu percakapan biasanya digunakan ketika kita berbicara dengan lawan jenis. Sebagai contoh, "k'lo andry (saya) jarang melakukan perbuatan mencontek, klo Nia (kamu) gimana?" dalam sebuah percakapan tersebut, kata "andry" merupakan pengganti kata "saya" dan kata "Nia" merupakan pengganti kata "kamu". Penyebutan diri ini mempunyai label nama santun, rendah hati, halus, dan menghargai lawan bicara kita. Tidak jarang penggunaan penyebutan diri ini banyak diterima di lingkungan. Ada dua keuntungan dalam penggunaan ini. Pertama, kita lebih dekat dengan lawan bicara kita karena kita mempunyai label nama yg sopan dan santun. Kedua, kita dapat secara tidak langsung memberi tahukan nama kita.
Penggunaan kata "kita-ira" dan "urang-maneh" ini ditemukan dalam suatu percakapan antara orang satu daerah suku. Kata "ira-kita" digunakan oleh orang cirebon sebagai penyebutan diri.
Kata ini digunakan biasanya hanya pada teman sesama jenis khususnya laki-laki karena ada unsur kasar dalam penyebutan diri yang satu ini. sedangkan kata "urang-maneh" biasanya digunakan oleh orang sunda.
Kedua kata penyebutan diri ini merupakan penyebutan yang digunakan dalam percakapan sesama daerah asal. Penyebutan diri ini mempunyai label nama yang cinta daerah, supel, dan aga sedikit kasar bila digunakan dengan lawan jenis kita. Ini merupakan contoh dari penggunaan bahasa daerah yg digunakan dalam suatu lingkungan daerah yang sama, untuk daerah lainnya diperlukan penelitian yang labih lanjut...
Hal-hal diatas merupakan penyebutan-penyebutan diri yang memiliki label nama tersendiri dalam suatu lingkungan. Penempatan penyebutan diri yang tepat dalam suatu percakapan dapat meleburkan kita di suatu lingkungan dan kita dapat dengan mudah diterima di lingkungan tersebut. Mencermati dengan siapa kita berbicara, merupakan modal dasar dalam peleburan diri kita dalam suatu masyarakat ... Semoga bermanfaat...
Tampilkan postingan dengan label Read Out. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Read Out. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 29 Januari 2011
Penyebutan Diri Dalam Lingkungan Sosial
Sabtu, 22 Januari 2011
A Letter To God
Alunan hati yang gontai disertai gesekan rapuh langkah idhzar kini telah membangunkan nadi-nadi sang matahari. Dia pun menunggu surat yang dia layangkan dengan mempertanyakan setiap buah yang bergelantung diantara belahan logikanya. Dia mengetahui dengan pasti bahwa itu ulah sang hati yang berusaha membenamkan nalar logikanya. "siapa yang berkuasa???" idhzar pun berteriak memecah angin kiblat yang ia lalui. harapan yang bersinar lemah dari dalam dirinya merupakan santapan yang lezat bagi bayangan. idhzar lalu terkulai lemah diatas bidang datar berwarna abu-abu. Di depan matanya terlihat sang pemberi kehidupan yang sedang dimanjakan oleh ratapan sang raja benerang. sang pemberi kehidupan pun mendekat dengan santainya.
Translated :
He was waiting for a letter that he Lift by questioning each hanging fruit among the parts of logic.He knows with certainty that it caused his heart that attempt to immerse the logic of reason."who is in power?" Idhzar was screaming to break the wind direction that he went through.He hopes that shines within him was weak from a delicious meal for the shadow. idhzar then slumped over the gray weaken plane.In front of his eyes, He looks the giver of life being pampered by the king of light.The giver of life was approached casually.
Akhirnya idhzar pun terdiam melihat sang pemberi kehidupan menawarkan sebongkah nasi diatas genggamannya yang terlihat kusam, "makanlah" serunya. "kau terlihat seperti bangkai surga yang memberikan keibaan sang dajal". Idhzar terhentak. "lihatlah dirimu orang tua" seru idhzar. Kau berkomentar seakan dirimu memiliki cahaya surga di dadamu. Sang pemberi kehidupan merekahkan senyumnya. "masih sempat-sempatnya kau melontarkan senyummu" "lihat badanmu" seru idhzar. "Kau lihat rumput itu" seru sang pemberi kehidupan. Kau pikir keinginan dia menjadi santapan sang kerbau, dia memberikan hidupnnya untuk membentuk kehidupan yang lain. Dan kau pikir ini kemauanku untuk berjubahkan keringat dan berumahkan rumput2 tua yang telah usang ditemani bau alam neraka. Tapi aku bersedia dengan itu. Jadi mengapa kau salahkan keadaanku sedangkan keadaanmu memecut nuraniku untuk melontarkan senyuman yang akan memudarkan cahaya neraka di hatimu.
Translated:
Finally idhzar stopped to see the giver of life offers a hunk of rice on hand that look dull, "eat it" He said."You look like a carcass of heaven that gives nostalgia of the Beast", Idhzar was shocked."look at you old man", exclaimed idhzar. You commented as if you have the light of heaven on your chest.The giver of life blooming his smile. "you still managed to catapult your smile,"See your weigh" exclaimed idhzar."You see the grass over there?" cried the giver of life.You think he wants to be a meal of the buffalo, he gives his life for another life to form and you think it is my will to shelter by sweat and to live accompanied by parents who have worn the natural smell of hell. But I'm willing to do with it. So why do you blame my situation while doing prod my conscience to cast a smile that would diminish the light of hell in your heart.
Dengan terbatasnya dimensi antara khayalan dan kenyataan di keesokan harinya, idhzar pun mulai enggan melangkahkan tiap langkah yg diibaratkan sebagai perjuangan. sinar yang selalu mengganggu idhzar pun mulai menusuk matanya, kedua logam pun berteriak lantang. Idhzar mulai menyadari kalu dia telah mengabaikan kedua logam Dengan sengaja. Tanpa disadari dengan apa yg dilakukannya, kini idhzar telah mendapatkan sepasang sayap yang membantunya memanggul beratnya dunia ... Baru kali ini idhzar merasa di akui oleh dunia nyatanya. Serasa tubuh idhzar itu utuh karenanya. Cara nya memperlakukan idhzar merupakan serangan terbaik di dalam hidupnya.Serangan terbaik yg dapat mematahkan pedang sang dajal yg selalu mengganggu perisai sang malaikat, menenangkan dan meramaikan keheningan dalam ruang hati idhzar. Keindahannya memang tak seindah pelangi di pagi buta namun perlakuannya yg membuat idhzar merasa dilindungi oleh selaput awan. Genggaman tangannya menetapkan langkah idhzar ketika dia merasa mengecil karena tatapan para pesaing surga. Dekapan tubuhnya telah mengalirkan darah merah yang baru saja dibuat oleh sang malaikat....
Translated:
With the limited dimensions between fantasy and reality in the next day, idhzar began reluctantly stepped every step who likened the struggle.The light that is always disturbing idhzar began to stab her eyes, the two metals was screaming loudly. Than Idhzar began to realize he has deliberately ignored the two metals.Without realizing it with what he did, now idhzar got a pair of wings that help him to shoulder the weight of the world ... Newly, this time idhzar recognized by the world feel real. Idhzar feeling his body was intact because of it. The way she treats idhzar is the best attack in his life. The best attack sword which can break the Beast who always disrupt the shields of the angel, calm and enliven the stillness of the heart chamber idhzar. Its beauty is not as beautiful as the rainbow in the early morning, but their treatment enacting idhzar feel protected by lining the clouds. Hand grip set idhzar step when he was contracted as competitors look to heaven. Nestling body has flowing red blood that was just created by the angel ....
Read More ..
Langganan:
Postingan (Atom)